Pengertian Strategi Pembelajaran
Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), strategi adalah rencana yang cermat
mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Syaiful Bahri Djamarah,
mengartikan strategi adalah suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak
dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan.
Strategi
digunakan untuk memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan.
Strategi berbeda dengan metode, strategi menunjuk pada sebuah perencanaan untuk
mencapai sesuatu, sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk
melaksanakan strategi. Dengan kata lain, strategi adalah a plan of operation
achieving something; Sedangkan metode adalah a way in achieving something.
Beberapa
ahli pendidikan, memberikan pengertian strategi pembelajaran dengan beragam,
yaitu:
Ø Dewi
Salma Prawiradilaga. Strategi pembelajaran adalah upaya yang dilakukan oleh
perancang dalam menentukan tehnik penyampaian pesan, penentuan metode, dan
media, alur isi pelajaran, serta interaksi antara pengajar dan peserta didik.
Ø Wina
Sanjaya. Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan)
termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya dalam
pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu.
Ø Made
Wena. Kata strategi berarti cara dan seni menggunakan sumber daya untuk
mencapai tujuan tertentu. Pembelajaran berarti upaya membelajarkan peserta
didik. Dengan demikian, strategi pembelajaran berarti cara dan seni untuk
menggunakan semua sumber bel ajar dalam upaya membelajarkan peserta didik.
Ø Mansur
Muslih. Strategi pembelajaran merupakan cara pandang dan pola pikir guru dalam
mengajar.
Dari
beberapa pengertian strategi pembelajaran, disimpulkan bahwa strategi
pembelajaran merupakan pendekatan dalam mengelola kegiatan, dengan
mengintegrasikan urutan kegiatan, peralatan dan bahan serta waktu yang
digunakan dalam proses pembelajaran, untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah
ditentukan secara aktif dan efisien.
Strategi
pembelajaran diklasifikasikan menjadi enam, yaitu:
v Strategi pembelajaran langsung
Strategi
pembelajaran langsung merupakan pembelajaran yang banyak diarahkan oleh guru.
Bahan pelajaran disajikan dalam bentuk jadi dan siswa dituntut untuk menguasai
bahan tersebut. pembelajaran langsung biasanya bersifat deduktif.
v Strategi
pembelajaran tak langsung
Strategi
ini sering disebut inkuiri, induktif, pemecahan masalah, pengambilan keputusan,
dan penemuan. Pembelajaran berpusat pada peserta didik, guru hanya sebagai
fasilitator, dan pengelola lingkungan belajar, peserta didik diberi kesempatan
untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
v Strategi
pembelajaran interaktif
Pembelajaran
ini menekankan pada diskusi dan sharing diantara peserta didik. Diskusi dan
sharing memberi kesempatan peserta didik untuk bereaksi terhadap gagasan,
pengalaman, pendekatan, pengetahuan guru atau teman sebaya serta untuk
membangun cara berfikir dan merasakan.
v Strategi
pembelajaran empiric (experiential)
Pembelajaran
empirik berorientasi pada kegiatan induktif, berpusat pada peserta didik, dan
berbasis aktivitas.
v Strategi
pembelajaran mandiri
Strategi
pembelajaran mandiri merupakan strategi pembelajaran yang bertujuan untuk
membangun inisiatif individu, kemandirian, dan peningkatan diri.
Macam
– Macam Strategi Pembelajaran
Proses
pembelajaran merupakan suatu hal yang dilakukan untuk menyampaikan suatu materi
terhadap siswa dari sumber informasi yaitu guru. Strategi pembelajaran ini
menjadi langkah awal yang harus diketahui sebelum guru melakukan proses belajar
mengajar pada siswa didalam kelas. Banyaknya macam metode pembelajaran akan
memudahkan para guru dalam menyampaikan suatu materi terhadap penerima materi
yaitu guru. Seorang guru pasti akan menerapkan suatu strategi pembelajaran yang
baik untuk menghasilkan suatu prestasi kepada muridnya. Dengan strategi yang
pas guru akan lebih mudah dalam mengajar begitu juga dengan murid akan lebih
mudah dalam menerima materi dari sumber informasi tersebut.
Terdapat
beberapa macam strategi pembelajaran yang bisa diterapkan dalam proses
mengajar. Berikut ini terdapat beberapa strategi yang akan kami jelaskan secara
singkat untuk memudahkan proses belajar mengajar.
1. Strategi
Ekspositori.
Strategi
inimerupakan strategi pembelajaran yang menitik beratkan pada proses
penyampaian materi secara verbal dari guru kepada anak didiknya. Tujuan
strategi yang menerapkan penyampaian materi secara verbal supaya mampu
menguasai materi pelajaran dari guru sehingga mampu membawa hasil positif yaitu
prestasi. Strategi ini merupakan salah satu bentuk pendekatan pada proses
belajar yang berorientasi kepada guru.
2. Strategi
Inquiry.
Didalam
strategi ini terdapat beberapa konsep yang harus dilakukan sehingga memudahkan
proses pembelajaran. Salah satunya adalah strategi pembelajaran iquiry SPI
merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang menitik beratkan pada proses
pemikiran secara kritis dan analitis untuk menemukan setiap jawaban dari suatu
pertanyaan.
3. Strategi
Inquiry Sosial.
Strategi
pembelajaran dari kelompok sosial untuk sekelompok masyarakat. Strategi ini
bisanya dilakukan pada proses penyuluhan dimana seseorang menjelaskan suatu
materi dengan cara terjun secara langsung pada masyarakat.
Dengan
mengetahui beberapa strategi pembelajaran diatas proses belajar mengajar akan
lebih mudah dan membawa hasil positif dengan menciptakan kualitas anak didik
secara baik. Setiap strategi pembelajaran memiliki kelemahan dan kelebihan
secara sendiri sehingga setiap orang pembimbing dalam proses pembelajaran bisa
menyimpulkan secara sendiri karena setiap orang itu berbeda dalam cara
menyampaikan materi.
B.
Model pembalajaran
Model pembelajaran
diartikan sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman
belajar untuk mencapai tujuan belajar. Dapat juga diartikan suatu pendekatan
yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.Jadi, sebenarnya model pembelajaran
memiliki arti yang sama dengan pendekatan, strategi atau metode pembelajaran. Saat ini
telah banyak dikembangkan berbagai macam model pembelajaran, dari
yang sederhana sampai model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan
banyak alat bantu dalam penerapannya.
Ø Ciri-ciri
Model Pembelajaran
Ada
beberapa ciri-ciri model pembelajaran
secara khusus diantaranya adalah :
· Rasional teoritik yang logis
yangdisusun oleh para pencipta atau pengembangnya.
· Landasan pemikiran tentang apa dan
bagaimana siswa belajar.
· Tingkah laku mengajar yang
diperlukanagar model tersebut dapat dilaksanakandengan berhasil.
· Lingkungan belajar yang
duperlukanagar tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Ciri-ciri
model pembelajaran Tahun 1950 di Amerika yang dipelopori oleh Marc Belt
menemukan ciri-ciri dari model-model pembelajaran, antara lain sebagai
berikut :
· Berdasarkan teori pendidikan dan
teori belajar tertentu, misalnya model pembelajaran
inkuiri yang disusun oleh Richard Suchman dan dirancang untuk mengembangkan
penalaran didasarkan pada tatacara penelitian ilmiah. Model pembelajaran
kelompok yang disusun oleh Hebert Thelen yang dirancang untuk melatih
partisipasi dan kerjasama dalam kelompok didasarkan pada teori John Dewey.
· Mempunyai misi atau tujuan
pendidikan tertentu.
· Dapat dijadikan pedoman untuk
perbaikan kegiatan pembelajaran di kelas.
d. Memiliki perangkat bagian model yang terdiri dari:
d. Memiliki perangkat bagian model yang terdiri dari:
· urutan langkah pembelajaran,yaitu
tahap-tahap yang harus dilakukan oleh guru bila akan menggunakan model
pembelajaran tertentu.
· prinsip reaksi, yaitu pola perilaku
guru dalam memberikan reaksi terhadap perilaku siswa dalam belajar.
· sistem sosial, adalah pola hubungan
guru dengan siswa pada saat mempelajari materi pelajaran. ada tiga pola
hubungan dalam sistem sosial yaitu tinggi, menengah, dan rendah. pola hubungan
disebut tinggi apabila guru menjadi pemegang kendali dalam pembelajaran.
pola hubungan disebut menengah apabila guru berperan sederajat dengan
siswa dalam kegiatan pembelajaran. pola hubungan disebut rendah apabila
guru memberikan kebebasan kepada siswa dalam kegiatan pembelajaran.
· sistem pendukung adalah penunjang keberhasilan
pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas misalnya media dan alat peraga.
Sedangkan
model
pembelajaran menurut Kardi dan Nur ada lima model pemblajaran yang dapat digunakan
dalam mengelola pembelajaran, yaitu: pembelajaran langsung; pembelajaran
kooperatif; pembelajaran berdasarkan masalah; diskusi; dan learning strategi.
Ø Memilih Model Pembelajaran
Yang Baik
Sebagai
seorang guru harus mampu memilih model pembelajaran yang tepat bagi peserta
didik. Karena itu dalam memilih model pembelajaran, guru harus memperhatikan
keadaan atau kondisi siswa, bahan pelajaran serta sumber-sumber belajar yang
ada agar penggunaan model pembelajara dapat diterapkan secara
efektif dan menunjang keberhasilan belajar siswa.
Seorang
guru diharapkan memiliki motivasi
dan semangat pembaharuan dalam proses pembelajaran yang dijalaninya. Menurut
Sardiman A. M. (2004 : 165), guru yang kompeten adalah guru yang mampu
mengelola program belajar-mengajar. Mengelola di sini memiliki arti yang luas
yang menyangkut bagaimana seorang guru mampu menguasai keterampilan dasar
mengajar, seperti membuka dan menutup pelajaran, menjelaskan, menvariasi media,
bertanya, memberi penguatan, dan sebagainya, juga bagaimana guru menerapkan
strategi, teori belajar dan pembelajaran, dan melaksanakan pembelajaran yang
kondusif.
Pendapat
serupa dikemukakan oleh Colin Marsh (1996 : 10) yang menyatakan bahwa guru
harus memiliki kompetensi mengajar,
memotivasi peserta didik, membuat
model instruksional, mengelola kelas, berkomunikasi, merencanakan pembelajaran,
dan mengevaluasi. Semua kompetensi tersebut mendukung keberhasilan guru
dalam mengajar.
Setiap
guru harus memiliki kompetensi adaptif terhadap setiap perkembangan ilmu
pengetahuan dan kemajuan di bidang pendidikan, baik yang
menyangkut perbaikan kualitas pembelajaran maupun segala hal yang berkaitan
dengan peningkatan prestasi belajar peserta didiknya.
Dirgantara Wicaksono
Pendidikan Kewarganegaraan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar