Sabtu, 13 Juni 2015

Artikel : Meningkatkan Hasil Belajar PKN Siswa Melalui Model Pembelajaran Project Based Learning



Artikel : Meningkatkan Hasil Belajar PKN Siswa Melalui Model Pembelajaran Project Based Learning

Meningkatkan Hasil Belajar PKN Siswa Melalui Model Pembelajaran Project Based Learning

Gita Prasasti Prihatini Mulyawan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
                                                            gitaprasasti52@gmail.com


Abstrak

Penulisan ini bertujuan untuk: 1)Mengetahui cara  pembelajaran siswa dengan menggunakan model peoject based learning di sekolah. 2) Untuk mengetahui penilaian yang dilakukan dalam pembelajaran Project Based Learning. 3) Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan model pembelajaran Project Based Learning. 4) Untuk mengetahui Pengaruh model pembelajaran project based learning pada bidang studi PKn terhadap hasil belajar. Metode yang digunakan adalah metode kajian pustaka. Pembelajaran Berbasis Proyek merupakan model belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata. Pembelajaran Berbasis Proyek dirancang untuk digunakan pada permasalahan komplek yang diperlukan peserta didik dalam melakukan insvestigasi dan memahaminya.

Keywords: Project Based Learning


PENDAHULUAN
Pembelajaran berbasis proyek adalah model pembelajaran yang berfokus pada konsep-konsep dan prinsip-prinsip utama dari suatu disiplin, melibatkan siswa dalam kegiatan pemecahan masalah dan tugas-tugas bermakna lainnya, memberi peluang siswa bekerja secara otonom menkonstruk belajar mereka sendiri, dan puncaknya menghasilkan produk karya siswa bernilai dan realistik.
Kontruktivisme muncul sebagai alternatif terhadap pendekatan objektivitas yang kurang melibatkan, mengikutsertakan dan membimbing peserta didik untuk aktif belajar. Dasar dari pandangan kontruktivisme adalah anggapan bahwa dalam proses belajar (a) murid-murid tidak menerima begitu saja pengetahuan yang didapatkan mereka dan menyimpan dikepala, melainkan mereka mnerima informasi dari dunia sekelilingnya, kemudian membangun pandangan mereka sendiri tentang pengetahuan yang mereka dapatkan, dan (b) semua pengetahuan disimpan dan digunakan oleh setiap orang melalui pengalaman yang berhubungan dengan ranah pengetahuan tertentu. Kontruktivisme ini menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan yang lama dan merevisinya apabila aturan-aturan itu tidak sesuai. Bagi siswa agar benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan, memcahkan masalah dalam menemukan segala sesuatu untuk dirinya, berusaha dengan susah payah dengan ide-ide.
Konstruktivisme merupakan salah satu aliran filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan dibangun sendiri oleh siswa dengan menggunakan pengalaman dan struktur kognitif yang sudah dimiliki. Konsep dasar dari konstruktivisme adalah bahwa pengetahuan itu tidak dapat dialihkan dari pikiran guru ke pikiran siswa secara utuh tetapi dibangun sendiri oleh peserta didik di dalam kepalanya lebih tepatnya dalam struktur kognitifnya.
Metode proyek berasal dari gagasan John Dewwey tentang konsep “Learning by doing” yakni proses perolehan hasil belajar dengan mengerjakan tindakan-tindakan tertentu sesuai dengan tujuannya, terutama proses penguasaan anak tentang bagaimana melakukan sesuatu tujuan. Pada John Dewwey menggambarkan suatu pandangan tentang pendidikan dimana sekolah seharusnya mencerminkan masyarakat yang lebih besar dan kelas merupakan laboratorium untuk memecahkan masalah kehidupan nyata. Dewwey menganjurkan guru untuk mendorong siswa terlibat dalam proyek atau tugas berorientasi masalah dan membantu mereka menyelidiki masalah-masalah intelektual dan sosial.
Model pembelajaran berbasis proyek dapat dipandang sebagai salah satu model penciptaan lingkungan belajar yang dapat mendorong siswa mengkonstruk pengetahuan dan keterampilan secara personal. Pembelajaran berbasis proyek juga dikatakan sebagai model pembelajaran yang inovatif dan lebih menekankan pada pembelajaran kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks. Dalam pembelajaran berbasis proyek ini berfokus pada pembelajaran yang terletak pada prinsip dan konsep inti dari suatu disiplin ilmu, melibatkan siswa dalam investigasi dalam pemecahan masalah dan kegiatan tugas-tugas yang bermakna lainnya, dan member kesempatan siswa belajar secara otonom dalam mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri, dan puncaknya untuk menghasilkan produk nyata.

METODE
Dalam penelitian ini, model pembelajaran Project Based Learning saya menggunakan metode kajian pustaka.


HASIL DAN PEMBAHASAN
Model pembelajaran berbasis proyek adalah pembelajaran yang menitikberatkan pada aktivitas siswa untuk dapat memahami suatu konsep dan prinsip dengan melakukan investigasi yang mendalam tentang suatu masalah dan mencari suatu solusi yang relevan serta diimplementasikan dalam pengerjaan proyek, sehingga sisa mengalami proses pembelajaran yang bermakna dengan membangun pengetahuan sendiri.

1.      Mengetahui cara pembelajaran siswa dengan menggunakan model peoject based learning di sekolah
Pembelajaran berbasis proyek dikatakan sebagai model pembelajaran yang inovatif dan lebih menekankan pada pembelajaran kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks.
Model pembelajaran Project Based Learning adalah sebuah model pembelajaran yang menggunakan proyek (kegiatan) sebagai inti pembelajaran. Dalam kegiatan ini, siswa melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, dan sintesis informasi untuk memperoleh berbagai hasil belajar (pengetahuan, keterampilan, dan sikap). PjBL dirancang untuk digunakan pada permasalahan komplek yang diperlukan siswa dalam melakukan investigasi dan memahaminya.

2.      Penilaian yang dilakukan dalam pembelajaran Project Based Learning
Penilaian pembelajaran dengan metode Project Based Learning harus diakukan secara menyeluruh terhadap Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan yang diperoleh siswa dalam melaksanakan pembelajaran berbasis proyek. Penilaian Pembelajaran Berbasis Proyek dapat menggunakan teknik penilaian yang dikembangkan oleh Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu penilaian proyek atau penilaian produk. Penilaian tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Penilaian Proyek
a. Pengertian
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas.
Pada penilaian proyek setidaknya ada 3 hal yang perlu dipertimbangkan yaitu:
1.      Kemampuan pengelolaan, yaitu kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan.
2.      Relevansi atau kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran.
3.      Keaslian maksudnya proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik.
b. Teknik Penilaian Proyek
Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai hasil akhir proyek. Untuk itu, guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan laporan tertulis. Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/ instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian.

2. Penilaian Produk
a. Pengertian
Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam. Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu:
1.      Tahap persiapan, meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dan merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk.
2.      Tahap pembuatan produk (proses), meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.
3.      Tahap penilaian produk (appraisal), meliputi: penilaian produk yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan.
b. Teknik Penilaian Produk
Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik.
1.      Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan pada tahap appraisal.
2.      Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan.

3.   Keunggulan dan Kekurangan model pembelajaran Project Based Learning
Kelebihan Pembelajaran Project Based Learning :
a)      Meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk belajar
b)      Mendorong kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan penting, dan mereka perlu untuk dihargai.
c)      Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, Membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks
d)     Meningkatkan kolaborasi
e)      Memberikan pengalaman kepada peserta didik pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek.

Kekurangan pembalajaran Project Based Learning :
a)      Memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah
b)      Membutuhkan biaya yang cukup banyak
c)      Banyak instruktur yang merasa nyaman dengan kelas tradisional, di mana instruktur memegang peran utama di kelas
d)     Banyaknya peralatan yang harus disediakan.

4.  Pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap hasil belajar 
Manfaat Pembelajaran Project Based Learning diantaranya adalah sebagai berikut:
a)      Memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam pembelajaran
b)      Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah.
c)      Membuat peserta didik lebih aktif dalam memecahkan masalah yang kompleks dengan hasil produk nyata berupa barang atau jasa.
d)     Mengembangkan dan meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber/bahan/alat untuk menyelesaikan tugas.
e)      Meningkatkan kolaborasi peserta didik khususnya pada PBP yang bersifat kelompok

  
KESIMPULAN
Pembelajaran Project Based Learning menekankan pada pembelajaran kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks. Model pembelajaran Project Based Learning adalah sebuah model pembelajaran yang menggunakan proyek (kegiatan) sebagai inti pembelajaran. Dalam kegiatan ini, siswa melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, dan sintesis informasi untuk memperoleh berbagai hasil belajar (pengetahuan, keterampilan, dan sikap). PjBL dirancang untuk digunakan pada permasalahan komplek yang diperlukan siswa dalam melakukan investigasi dan memahaminya.

SARAN
Upaya guru untuk meningkatkan hasi belajar siswa sangat penting. Guru harus memberikan pengalaman kepada peserta didik dalam pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek. Guru harus dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk belajar agar hasil belajar yang didapat lebih baik.


DAFTAR PUSTAKA
Dahar, Ratna Wilis. 1989. Teori-teori Belajar. Jakarta : Erlangga.
Panen, Paulina. 2001. Konstruktivisme Dalam Pembelajaran, Jakarta : Universitas Terbuka.
Sampurno, Agus. Penerapan Metode Belajar Aktif dan Pembelajaran Berbasis Proyek.
Sinurat, Marja. Pendekatan Konstruktivisme Dalam Pembelajaran. Jurnal Teknologi Pendidikan, Vol.5, No.3, Mei 2015.
Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Tim Prestasi Pustaka.

Dirgantara Wicaksono
Pembelajaran PKN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar