Artikel : Meningkatkan Hasil
Belajar PKN Siswa Melalui Model Pembelajaran Project Based Learning
Meningkatkan
Hasil Belajar PKN Siswa Melalui Model Pembelajaran Project Based Learning
Gita Prasasti Prihatini Mulyawan
Universitas
Muhammadiyah Jakarta
Abstrak
Penulisan ini
bertujuan untuk: 1)Mengetahui cara pembelajaran siswa dengan menggunakan model
peoject based learning di sekolah. 2) Untuk
mengetahui penilaian yang dilakukan dalam pembelajaran Project Based Learning. 3) Untuk mengetahui kelebihan dan
kekurangan model pembelajaran Project Based Learning. 4) Untuk
mengetahui Pengaruh model pembelajaran
project based learning pada bidang studi PKn terhadap hasil belajar. Metode yang digunakan adalah metode
kajian pustaka. Pembelajaran
Berbasis Proyek merupakan model belajar yang menggunakan masalah sebagai
langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru
berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata. Pembelajaran
Berbasis Proyek dirancang untuk digunakan pada permasalahan komplek yang
diperlukan peserta didik dalam melakukan insvestigasi dan memahaminya.
Keywords: Project
Based Learning
PENDAHULUAN
Pembelajaran
berbasis proyek adalah model pembelajaran yang berfokus pada konsep-konsep dan
prinsip-prinsip utama dari suatu disiplin, melibatkan siswa dalam kegiatan
pemecahan masalah dan tugas-tugas bermakna lainnya, memberi peluang siswa
bekerja secara otonom menkonstruk belajar mereka sendiri, dan puncaknya
menghasilkan produk karya siswa bernilai dan realistik.
Kontruktivisme
muncul sebagai alternatif terhadap pendekatan objektivitas yang kurang
melibatkan, mengikutsertakan dan membimbing peserta didik untuk aktif belajar.
Dasar dari pandangan kontruktivisme adalah anggapan bahwa dalam proses belajar
(a) murid-murid tidak menerima begitu saja pengetahuan yang didapatkan mereka
dan menyimpan dikepala, melainkan mereka mnerima informasi dari dunia sekelilingnya,
kemudian membangun pandangan mereka sendiri tentang pengetahuan yang mereka
dapatkan, dan (b) semua pengetahuan disimpan dan digunakan oleh setiap orang
melalui pengalaman yang berhubungan dengan ranah pengetahuan tertentu.
Kontruktivisme ini menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan
mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan
aturan-aturan yang lama dan merevisinya apabila aturan-aturan itu tidak sesuai.
Bagi siswa agar benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan,
memcahkan masalah dalam menemukan segala sesuatu untuk dirinya, berusaha dengan
susah payah dengan ide-ide.
Konstruktivisme
merupakan salah satu aliran filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa
pengetahuan dibangun sendiri oleh siswa dengan menggunakan pengalaman dan
struktur kognitif yang sudah dimiliki. Konsep dasar dari konstruktivisme adalah
bahwa pengetahuan itu tidak dapat dialihkan dari pikiran guru ke pikiran siswa
secara utuh tetapi dibangun sendiri oleh peserta didik di dalam kepalanya lebih
tepatnya dalam struktur kognitifnya.
Metode proyek
berasal dari gagasan John Dewwey tentang konsep “Learning by doing” yakni proses perolehan hasil belajar dengan
mengerjakan tindakan-tindakan tertentu sesuai dengan tujuannya, terutama proses
penguasaan anak tentang bagaimana melakukan sesuatu tujuan. Pada John Dewwey
menggambarkan suatu pandangan tentang pendidikan dimana sekolah seharusnya
mencerminkan masyarakat yang lebih besar dan kelas merupakan laboratorium untuk
memecahkan masalah kehidupan nyata. Dewwey menganjurkan guru untuk mendorong
siswa terlibat dalam proyek atau tugas berorientasi masalah dan membantu mereka
menyelidiki masalah-masalah intelektual dan sosial.
Model
pembelajaran berbasis proyek dapat dipandang sebagai salah satu model
penciptaan lingkungan belajar yang dapat mendorong siswa mengkonstruk
pengetahuan dan keterampilan secara personal. Pembelajaran berbasis proyek juga
dikatakan sebagai model pembelajaran yang inovatif dan lebih menekankan pada
pembelajaran kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks. Dalam
pembelajaran berbasis proyek ini berfokus pada pembelajaran yang terletak pada
prinsip dan konsep inti dari suatu disiplin ilmu, melibatkan siswa dalam
investigasi dalam pemecahan masalah dan kegiatan tugas-tugas yang bermakna
lainnya, dan member kesempatan siswa belajar secara otonom dalam mengkonstruksi
pengetahuan mereka sendiri, dan puncaknya untuk menghasilkan produk nyata.
METODE
Dalam penelitian ini, model pembelajaran Project Based
Learning saya menggunakan metode kajian pustaka.
HASIL DAN
PEMBAHASAN
Model pembelajaran
berbasis proyek adalah pembelajaran yang menitikberatkan pada aktivitas siswa
untuk dapat memahami suatu konsep dan prinsip dengan melakukan investigasi yang
mendalam tentang suatu masalah dan mencari suatu solusi yang relevan serta
diimplementasikan dalam pengerjaan proyek, sehingga sisa mengalami proses
pembelajaran yang bermakna dengan membangun pengetahuan sendiri.
1. Mengetahui
cara pembelajaran siswa dengan menggunakan model peoject based learning di
sekolah
Pembelajaran
berbasis proyek dikatakan sebagai model pembelajaran yang inovatif dan lebih
menekankan pada pembelajaran kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang
kompleks.
Model
pembelajaran Project Based Learning
adalah sebuah model pembelajaran yang menggunakan proyek (kegiatan) sebagai
inti pembelajaran. Dalam kegiatan ini, siswa melakukan eksplorasi, penilaian,
interpretasi, dan sintesis informasi untuk memperoleh berbagai hasil belajar
(pengetahuan, keterampilan, dan sikap). PjBL dirancang untuk digunakan pada
permasalahan komplek yang diperlukan siswa dalam melakukan investigasi dan
memahaminya.
2. Penilaian yang dilakukan dalam
pembelajaran Project Based Learning
Penilaian
pembelajaran dengan metode Project Based Learning harus diakukan secara
menyeluruh terhadap Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan yang diperoleh siswa
dalam melaksanakan pembelajaran berbasis proyek. Penilaian Pembelajaran
Berbasis Proyek dapat menggunakan teknik penilaian yang dikembangkan oleh Pusat
Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu penilaian
proyek atau penilaian produk. Penilaian tersebut dapat dijelaskan sebagai
berikut :
1. Penilaian Proyek
a. Pengertian
Penilaian
proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus
diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu
investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian,
pengolahan dan penyajian data. Penilaian proyek dapat digunakan untuk
mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan
kemampuan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara
jelas.
Pada penilaian
proyek setidaknya ada 3 hal yang perlu dipertimbangkan yaitu:
1. Kemampuan pengelolaan, yaitu kemampuan peserta didik
dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data
serta penulisan laporan.
2. Relevansi atau kesesuaian dengan mata pelajaran,
dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam
pembelajaran.
3. Keaslian maksudnya proyek yang dilakukan peserta
didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru
berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik.
b. Teknik
Penilaian Proyek
Penilaian
proyek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai hasil akhir
proyek. Untuk itu, guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu
dinilai, seperti penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, dan
penyiapkan laporan tertulis. Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat
disajikan dalam bentuk poster. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/
instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian.
2. Penilaian
Produk
a. Pengertian
Penilaian
produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk.
Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat
produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni
(patung, lukisan, gambar), barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik,
dan logam. Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu
diadakan penilaian yaitu:
1.
Tahap
persiapan, meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dan merencanakan, menggali,
dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk.
2.
Tahap
pembuatan produk (proses), meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam
menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.
3.
Tahap
penilaian produk (appraisal), meliputi: penilaian produk yang dihasilkan
peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan.
b. Teknik
Penilaian Produk
Penilaian
produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik.
1.
Cara holistik,
yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan pada tahap
appraisal.
2.
Cara analitik,
yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua
kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan.
3. Keunggulan
dan Kekurangan model pembelajaran Project Based Learning
Kelebihan
Pembelajaran Project Based Learning :
a) Meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk
belajar
b) Mendorong kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan
penting, dan mereka perlu untuk dihargai.
c) Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, Membuat
peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang
kompleks
d) Meningkatkan kolaborasi
e) Memberikan pengalaman kepada peserta didik
pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek.
Kekurangan
pembalajaran Project Based Learning :
a) Memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah
b) Membutuhkan biaya yang cukup banyak
c) Banyak instruktur yang merasa nyaman dengan kelas
tradisional, di mana instruktur memegang peran utama di kelas
d) Banyaknya peralatan yang harus disediakan.
4. Pengaruh model pembelajaran project based
learning terhadap hasil belajar
Manfaat
Pembelajaran Project Based Learning diantaranya adalah sebagai berikut:
a) Memperoleh
pengetahuan dan keterampilan baru dalam pembelajaran
b) Meningkatkan
kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah.
c) Membuat
peserta didik lebih aktif dalam memecahkan masalah yang kompleks dengan hasil
produk nyata berupa barang atau jasa.
d) Mengembangkan
dan meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber/bahan/alat
untuk menyelesaikan tugas.
e) Meningkatkan
kolaborasi peserta didik khususnya pada PBP yang bersifat kelompok
KESIMPULAN
Pembelajaran
Project Based Learning menekankan pada pembelajaran kontekstual melalui
kegiatan-kegiatan yang kompleks. Model pembelajaran Project Based Learning adalah sebuah model pembelajaran yang
menggunakan proyek (kegiatan) sebagai inti pembelajaran. Dalam kegiatan ini,
siswa melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, dan sintesis informasi
untuk memperoleh berbagai hasil belajar (pengetahuan, keterampilan, dan sikap).
PjBL dirancang untuk digunakan pada permasalahan komplek yang diperlukan siswa
dalam melakukan investigasi dan memahaminya.
SARAN
Upaya guru untuk meningkatkan hasi belajar siswa sangat
penting. Guru harus memberikan
pengalaman kepada peserta didik dalam pembelajaran dan praktik dalam
mengorganisasi proyek. Guru harus dapat meningkatkan motivasi belajar peserta
didik untuk belajar agar hasil belajar yang didapat lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Dahar, Ratna
Wilis. 1989. Teori-teori Belajar.
Jakarta : Erlangga.
Panen, Paulina.
2001. Konstruktivisme Dalam Pembelajaran,
Jakarta : Universitas Terbuka.
Sampurno, Agus. Penerapan Metode Belajar Aktif dan
Pembelajaran Berbasis Proyek.
Sinurat,
Marja. Pendekatan Konstruktivisme Dalam
Pembelajaran. Jurnal Teknologi Pendidikan, Vol.5, No.3, Mei 2015.
Trianto.
2007. Model-model Pembelajaran Inovatif
Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Tim Prestasi Pustaka.
Dirgantara Wicaksono
Pembelajaran PKN
Pembelajaran PKN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar