1. Gaya Auditorium tradisional

Semua anak duduk menghadap guru. Gaya
ini membatasi kontak murid tatap muka dan guru bebas bergerak ke
mana saja. Gaya auditorium seringkali dipakai ketika guru
mengajar atau seseorang memberi presentasi ke kelas.
2. Gaya tatap muka ( face to face )

Murid saling menghadap. Ganguan dari murid lain akan lebih besar pada susunan ini ketimbang pada susunan auditorial.
3. Gaya Off set

Sejumlah siswa (biasanya 3 atau 4 anak) duduk di
bangku tetapi tidak duduk berhadapan lansgung satu sama lain.
Gangguan dalam gaya ini lebih sedikit ketimbang gaya tatap muka dan
dapat efektif untuk kegiatan pemmbelajaran kooperatif.
4. Gaya seminar

Sejumlah besar siswa (10 atau lebih) duduk di susunan berbentuk lingkaran, atau persegi, atau bentuk U. Ini terutama efektif ketika Anda ingin murid berbicara satu sama lain atau bercakap-cakap dengan anda.
5. Gaya klaster

Sejumlah murid (biasanya 4 sampai 8 anak) bekerja dalam kelompok kecil. Susunan ini terutama efektif untuk aktivitas pembelajaran kolaboratif.
6. Gaya penataan kelas

Susunan yang dibuat guru yang mengajar di ruang yang relatif sempit. Guru menempatkan meja-meja murid dalam klaster. Susunan ini sesuai untuk pembelajaran kooperatif.
7. Gaya penataan kelas

Cara menata meja untuk membantu kelompok kecil belajar. Di kelas ada 2 papan tulis, tetapi membuat papan itu merefleksikan aktivitas dan pencapain murid.
Dirgantara Wicaksono
Pembelajaran PKN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar