Rabu, 24 Juni 2015

Langkah-langkah dan Ciri-ciri Metode Pembelajaran Partisipatif

Langkah-langkah Metode Pembelajaran Partisipatif
Menurut Knowles dalam Sudjana (1997:269), ”Pembelajaran Partisipatif memiliki langkah-langkah tertentu secara berurutan yang harus diperankan oleh pendidik untuk mengetahui peranan pendidik dalam Pembelajaran Partisipatif.” Dalam hal ini dapat dilakukan melalui urutan sebagai berikut:
a. Membantu Peserta Didik dalam Menciptakan Iklim Belajar 
Dalam upaya menciptakan iklim belajar, pendidik bersama peserta didik menyiapkan bahan belajar, menentukan fasilitas dan alat-alat, serta membina keakraban diantara peserta didik. Bahan-bahan belajar perlu diperoleh peserta didik sebelum kegiatan pembelajaran dimulai bahan-bahan tersebut terdiri atas informasi tertulis, atau informasi lisan. Informasi tertulis dapat disampaikan antara lain melalui buku petunjuk, selebaran brosur informasi. Sedangkan informasi lisan penjelasan langsung kepada calon peserta didik. Informasi disampaikan dengan tujuan untuk menjelaskan syarat-syarat dan ketentuan calon peserta didik dan gambaran tentang program pembelajaran yang akan dilaksanakan.
b. Membantu Peserta Didik untuk Menyusun Kelompok Belajar 
Situasi yang baik untuk melibatkan peserta didik dalam perencanaan kegiatan pembelajaran adalah apabila kegiatan pembelajaran itu dilakukan oleh kelompok terbatas tidak terlalu besar atau terlalu kecil jumlah anggotanya.
c. Membantu Peserta Didik dalam Mendiagnosis Kebutuhan Belajar 
Identifikasi kebutuhan belajar adalah kebutuhan belajar yang bersifat khusus dengan maksud untuk meningkatkan motivasi peserta didik supaya berperan serta secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Diagnosis kebutuhan belajar dilakukan melalui dua langkah. Pertama, merumuskan model tingkah laku atau kemampuan yang ingin dimiliki oleh peserta didik. Kedua, menggambarkan tingkah laku atau kemampuan yang telah dimiliki oleh peserta didik. Kemampuan yang diinginkan peserta didik dengan tingkah laku atau kemampuan yang telah dimiliki peserta didik pada saat ini. 
d. Membantu Peserta dalam Menyusun Tujuan Belajar 
Tujuan belajar itu merupakan tolak ukur yang menentukan untuk pemilihan sarana balajar, merinci isi atau meteri pelajaran, mengembangkan kegiatan pembelajaran, dan menyiapkan alat-alat evaluasi kegiatan pembelajaran, serta melakukan perencanaan, menyusun tugas, menetapkan standar supervise, melakukan komunikasi dan motivasi, dan meningkatkan moral petugas yang menjadi peserrta didik. Dari kesimpulan tujuan tersebut tugas-tugas yang disusun dalam setiap aspek tingkah laku dalam menentukan pengalaman belajar yang akan dilalui oleh peserta didik.
e. Membantu Peserta Didik dalam Merancang Pengalaman Belajar 
Pendidik membantu peserta didik dalam merancang model pengalaman. Bahan belajar dirumuskan berdasarkan pengalaman yang telah dimiliki oleh peserta didik. Sehingga memungkinkan peserta didik dapat mempelajarinya dimulai dari keseluruhan kemudian sampai pada bagian-bagiannya. 
f. Membantu Peserta Didik dalam Menilai Proses dan Hasil Kegiatan 
Pembelajaran Untuk mencapai tujuan belajar peranan pendidik ialah sebagai pemberi dorongan kepada peserta didik, pendidik dapat memberikan informasi tentang bahan pelajaran, teknik-teknik yang dapat digunakan, dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. 
g. Membantu Peserta Didik dan Mengevaluasi Hasil Proses dan Pengaruh Kegiatan Pembelajaran
Dalam mengevaluasi proses, hasil dan pengaruh kegiatan pembelajaran evaluasi program dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kecocokan rencana dengan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dalam mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan. Dengan prinsip ini pendidik akan membantu para peserta didik untuk berbuat dan kemudian menganalisis serta merefleksikan terhadap hasil dan proses perbuatan itu.
 
Ciri- ciri Proses Kegiatan Metode Pembelajaran Partisipatif 
Menurut Freire dalam Sudjana (2005:180) proses kegiatan Pembelajaran Partisipatif ditinjau dari segi interaksi antara pendidik dengan peserta didik maka proses kegiatan Pembelajaran Partisipatif dilingkungan pendidikan sekolah memiliki enam ciri-ciri dibawah ini: 
  1. Pendidik menempatkan diri pada kedudukan yang tidak serba mengetahui terhadap semua bahan belajar. Ia memandang peserta didik sebagai sumber yang mempunyai nilai bermanfaat dalam kegiatan pembelajaran.
  2. Pendidik memainkan peran untuk membantu peserta didik dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran itu berdasarkan atas kebutuhan belajar yang dirasakan perlu, penting dan mendesak oleh para peserta didik.
  3. Pendidik melakukan motivasi terhadap peserta didik supaya berpartisipasi dalam menyususun tujuan belajar, bahan belajar, dan langkah-langkah yang akan ditempuh dalam kegiatan pembelajaran.
  4. Pendidik sekaligus menempatkan dirinya sebagai peserta didik selama kegiatan pembelajaran yang memberikan dorongan dan bimbingan terhadap peserta didik untuk selalu memikirkan, melakukan, dan menilai kegiatan pembelajarannya.
  5. Pendidik mendorong dan membantu peserta didik untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah yang diangkat dari kehidupan peserta didik sehingga mereka mampu berpikir dan bertindak terhadap dan didalam dunia kehidupannya.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar