Langkah-langkah Metode Pembelajaran Partisipatif
Menurut Knowles dalam Sudjana (1997:269), ”Pembelajaran Partisipatif
memiliki langkah-langkah tertentu secara berurutan yang harus diperankan
oleh pendidik untuk mengetahui peranan pendidik dalam Pembelajaran
Partisipatif.” Dalam hal ini dapat dilakukan melalui urutan sebagai
berikut:
a. Membantu Peserta Didik dalam Menciptakan Iklim Belajar
Dalam upaya menciptakan iklim belajar, pendidik bersama peserta didik
menyiapkan bahan belajar, menentukan fasilitas dan alat-alat, serta
membina keakraban diantara peserta didik. Bahan-bahan belajar perlu
diperoleh peserta didik sebelum kegiatan pembelajaran dimulai
bahan-bahan tersebut terdiri atas informasi tertulis, atau informasi
lisan. Informasi tertulis dapat disampaikan antara lain melalui buku
petunjuk, selebaran brosur informasi. Sedangkan informasi lisan
penjelasan langsung kepada calon peserta didik. Informasi disampaikan
dengan tujuan untuk menjelaskan syarat-syarat dan ketentuan calon
peserta didik dan gambaran tentang program pembelajaran yang akan
dilaksanakan.
b. Membantu Peserta Didik untuk Menyusun Kelompok Belajar
Situasi yang baik untuk melibatkan peserta didik dalam perencanaan
kegiatan pembelajaran adalah apabila kegiatan pembelajaran itu dilakukan
oleh kelompok terbatas tidak terlalu besar atau terlalu kecil jumlah
anggotanya.
c. Membantu Peserta Didik dalam Mendiagnosis Kebutuhan Belajar
Identifikasi kebutuhan belajar adalah kebutuhan belajar yang bersifat
khusus dengan maksud untuk meningkatkan motivasi peserta didik supaya
berperan serta secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Diagnosis
kebutuhan belajar dilakukan melalui dua langkah. Pertama, merumuskan
model tingkah laku atau kemampuan yang ingin dimiliki oleh peserta
didik. Kedua, menggambarkan tingkah laku atau kemampuan yang telah
dimiliki oleh peserta didik. Kemampuan yang diinginkan peserta didik
dengan tingkah laku atau kemampuan yang telah dimiliki peserta didik
pada saat ini.
d. Membantu Peserta dalam Menyusun Tujuan Belajar
Tujuan belajar itu merupakan tolak ukur yang menentukan untuk pemilihan
sarana balajar, merinci isi atau meteri pelajaran, mengembangkan
kegiatan pembelajaran, dan menyiapkan alat-alat evaluasi kegiatan
pembelajaran, serta melakukan perencanaan, menyusun tugas, menetapkan
standar supervise, melakukan komunikasi dan motivasi, dan meningkatkan
moral petugas yang menjadi peserrta didik. Dari kesimpulan tujuan
tersebut tugas-tugas yang disusun dalam setiap aspek tingkah laku dalam
menentukan pengalaman belajar yang akan dilalui oleh peserta didik.
e. Membantu Peserta Didik dalam Merancang Pengalaman Belajar
Pendidik membantu peserta didik dalam merancang model pengalaman. Bahan
belajar dirumuskan berdasarkan pengalaman yang telah dimiliki oleh
peserta didik. Sehingga memungkinkan peserta didik dapat mempelajarinya
dimulai dari keseluruhan kemudian sampai pada bagian-bagiannya.
f. Membantu Peserta Didik dalam Menilai Proses dan Hasil Kegiatan
Pembelajaran Untuk mencapai tujuan belajar peranan pendidik ialah
sebagai pemberi dorongan kepada peserta didik, pendidik dapat memberikan
informasi tentang bahan pelajaran, teknik-teknik yang dapat digunakan,
dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.
g. Membantu Peserta Didik dan Mengevaluasi Hasil Proses dan Pengaruh Kegiatan Pembelajaran
Dalam mengevaluasi proses, hasil dan pengaruh kegiatan pembelajaran
evaluasi program dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kecocokan
rencana dengan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dalam mencapai tujuan
belajar yang telah ditetapkan. Dengan prinsip ini pendidik akan membantu
para peserta didik untuk berbuat dan kemudian menganalisis serta
merefleksikan terhadap hasil dan proses perbuatan itu.
Ciri- ciri Proses Kegiatan Metode Pembelajaran Partisipatif
Menurut Freire dalam Sudjana (2005:180) proses kegiatan Pembelajaran
Partisipatif ditinjau dari segi interaksi antara pendidik dengan peserta
didik maka proses kegiatan Pembelajaran Partisipatif dilingkungan
pendidikan sekolah memiliki enam ciri-ciri dibawah ini:
- Pendidik menempatkan diri pada kedudukan yang tidak serba mengetahui terhadap semua bahan belajar. Ia memandang peserta didik sebagai sumber yang mempunyai nilai bermanfaat dalam kegiatan pembelajaran.
- Pendidik memainkan peran untuk membantu peserta didik dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran itu berdasarkan atas kebutuhan belajar yang dirasakan perlu, penting dan mendesak oleh para peserta didik.
- Pendidik melakukan motivasi terhadap peserta didik supaya berpartisipasi dalam menyususun tujuan belajar, bahan belajar, dan langkah-langkah yang akan ditempuh dalam kegiatan pembelajaran.
- Pendidik sekaligus menempatkan dirinya sebagai peserta didik selama kegiatan pembelajaran yang memberikan dorongan dan bimbingan terhadap peserta didik untuk selalu memikirkan, melakukan, dan menilai kegiatan pembelajarannya.
- Pendidik mendorong dan membantu peserta didik untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah yang diangkat dari kehidupan peserta didik sehingga mereka mampu berpikir dan bertindak terhadap dan didalam dunia kehidupannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar