Menurut Sudjana (2005:155), ”Pembelajaran Partisipatif dapat diartikan
sebagai upaya pendidik untuk mengikutsertakan peserta didik dalam
kegiatan pembelajaran. Kegiatan Pembelajaran Partisipatif mengandung
arti ikut sertanya peserta didik didalam program pembelajaran
Partisipatif.”
Menurut Sudjana (2001:1), ”Pembelajaran Partisipatif merupakan fenomena
yang sedang tumbuh dalam pendidikan, baik pendidikan sekolah maupun
pendidikan diluar sekolah.”
Kegiatan Pembelajaran Partisipatif sebagai pendekatan baru dalam proses
pendidikan dan memiliki sifat keluwesan dan terbuka untuk berupaya
mengembangkan prinsip, metode dan teknik yang tepat untuk digunakan
dalam Pembelajaran Partisipatif. Menurut Sudjana (2001:53) keikutsertaan
peserta didik dapat diwujudnyatakan dalam ketiga tahapan kegiatan
pembelajaran tersebut yaitu perencanaan program, pelaksanaan program,
dan penilaian kegiatan pembelajaran.
Ketiga cakupan tahapan tersebut dalam metode Pembelajaran Partisipatif dibawah ini akan diperjelas satu persatu.
1. Tahapan Perencanaan
Tahapan kagiatan pembelajaran meliputi identifikasi kebutuhan belajar,
sumber- sumber belajar yang tersedia dan kemungkinan hambatan yang akan
ditemui dalam kegiatan pembelajaran, penyusunan prioritas kebutuhan,
perumusan tujuan pembelajaran, dan penetapan program kegiatan
pembelajaran.
2. Tahapan Pelaksanaan
Partisipatif dalam tahap pelaksanaan program kegiatan pembelajaran
adalah keterlibatan peserta didik dalam menciptakan iklim yang kondusif
untuk belajar. Iklim yang kondusif ini mencakup Pertama, kedisiplinan
peserta didik yang ditandai dengan keteraturan dalam kehadiran pada
setiap kegiatan pembelajaran. Kedua, pembinaan hubungan antara peserta
didik dengan pendidik sehingga tercipta hubungan kemanusiaan yang
terbuka, terarah, saling membantu, dan saling belajar. Ketiga, interaksi
kegiatan pembelajaran antara peserta didik dan pendidik dilakukan
melalui hubungan horizontal. Hubungan ini menggambarkan corak
terjalinnya komunikasi yang sejajar baik antara peserta didik maupun
pendidik. Keempat, tekanan kegiatan pembelajaran adalah pada peranan
peserta didik yang lebih aktif melakukan kegiatan pembelajaran bukan
pada pendidik yang lebih mengutamakan kegiatan mengajar. Peranan
pendidik ialah membantu peserta didik dalam melakukan kegiatan
pembelajaran.
3. Tahapan Evaluasi Program Pembelajaran
Partisipatif dalam tahap evaluasi pembelajaran amat penting evaluasi
dilakukan untuk menghimpun, mengolah, dan menyajikan data atau informasi
yang dapat digunakan sebagai masukan dalam pengambilan keputusan.
Partisipatif dalam tahap evaluasi ini sangat bermanfaat bagi para
peserta didik untuk mengetahui tentang sejauh mana yang telah dialami
dan dicapai oleh mereka melalui kegiatan Pembelajaran Partisipatif.
Berdasarkan uraian di atas, pendidik melakukan kegiatan pada saat
sebelum (tahap perencanaan), selama berlangsung (tahap pelaksanaan), dan
setelah selesai kegiatan pembelajaran (tahap evaluasi program
pembelajaran). Pertama, pada saat sebelum pembelajaran, pendidik perlu
melakukan perencanaan yang meliputi kegiatan mempelajari peraturan,
menyiapkan bahan dan strategi pembelajaran. Kedua, pada saat pelaksanaan
pembelajaran, pendidik perlu memulai pembelajaran tepat waktu sesuai
dengan jadwal pembelajaran, memeriksa kondisi bahan, membina keakraban
melalui perkenalan antara pendidik dan peserta didik, menciptakan
suasana belajar yang terbuka. Ketiga, selesai pembelajaran, pendidik
perlu melaksanakan evaluasi proses dan hasil belajar, dan akhirnya
menghimpun bahan belajar dan hasil penilaian yang berkaitan dengan
pembelajaran yang telah dilakukan.
Manfaat Metode Pembelajaran Partisipatif
Menurut Sudjana (2005:39), manfaat Pembelajaran Metode Partisipatif bagi peserta didik ada lima hal, yaitu:
- Kegiatan pembelajaran partisipatif dilakukan secara bersama oleh peserta didik dengan bimbingan pendidik dalam kelompok-kelompok belajar yang terorganisasi.
- Kegiatan Pembelajaran Partisipatif merupakan peningkatan proses pendidikan tradisional yang sering didominasi oleh guru menuju kegiatan interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan pendidik.
- Kegiatan Pembelajaran Partisipatif berorientasi pada tujuan belajar yang hasilnya diharapkan langsung dapat dimanfaatkan oleh peserta didik untuk meningkatkan sikap dan prilaku hidup bersama secara harmonis, serta untuk mengembangkan partisipatif peserta didik dalam kegiatan sosio dan pembangunan masyarakat.
- Kegiatan pembelajaran menitikberatkan pada penggunaan sumber-sumber yang tersedia dimasyarakat, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam, sehingga terwujud kegiatan belajar dengan kepekaan yang tinggi terhadap pemberdayaan dan pelestarian lingkungan.
- Kegiatan Pembelajaran Partisipatif lebih memperhatikan segi kemanusiaan peserta didik dengan menghargai potensi dan kemampuan yang ia miliki serta dengan menekankan upaya fasilitas oleh pendidik terhadap kegiatan peserta didik dalam memanfaatkan lingkungan potensi dan menampilkan kemampuan untuk melakukan kegiatan berfikir dan berbuat secara bersama dalam mencapai tujuan belajar yang mereka tetapkan.
Pembelajaran PKN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar