Rabu, 24 Juni 2015

Pembelajaran Partisipatif

Menurut Sudjana (2005:155), ”Pembelajaran Partisipatif dapat diartikan sebagai upaya pendidik untuk mengikutsertakan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan Pembelajaran Partisipatif mengandung arti ikut sertanya peserta didik didalam program pembelajaran Partisipatif.”
Menurut Sudjana (2001:1), ”Pembelajaran Partisipatif merupakan fenomena yang sedang tumbuh dalam pendidikan, baik pendidikan sekolah maupun pendidikan diluar sekolah.”
Kegiatan Pembelajaran Partisipatif sebagai pendekatan baru dalam proses pendidikan dan memiliki sifat keluwesan dan terbuka untuk berupaya mengembangkan prinsip, metode dan teknik yang tepat untuk digunakan dalam Pembelajaran Partisipatif. Menurut Sudjana (2001:53) keikutsertaan peserta didik dapat diwujudnyatakan dalam ketiga tahapan kegiatan pembelajaran tersebut yaitu perencanaan program, pelaksanaan program, dan penilaian kegiatan pembelajaran.
Ketiga cakupan tahapan tersebut dalam metode Pembelajaran Partisipatif dibawah ini akan diperjelas satu persatu.
1. Tahapan Perencanaan
Tahapan kagiatan pembelajaran meliputi identifikasi kebutuhan belajar, sumber- sumber belajar yang tersedia dan kemungkinan hambatan yang akan ditemui dalam kegiatan pembelajaran, penyusunan prioritas kebutuhan, perumusan tujuan pembelajaran, dan penetapan program kegiatan pembelajaran.
2. Tahapan Pelaksanaan 
Partisipatif dalam tahap pelaksanaan program kegiatan pembelajaran adalah keterlibatan peserta didik dalam menciptakan iklim yang kondusif untuk belajar. Iklim yang kondusif ini mencakup Pertama, kedisiplinan peserta didik yang ditandai dengan keteraturan dalam kehadiran pada setiap kegiatan pembelajaran. Kedua, pembinaan hubungan antara peserta didik dengan pendidik sehingga tercipta hubungan kemanusiaan yang terbuka, terarah, saling membantu, dan saling belajar. Ketiga, interaksi kegiatan pembelajaran antara peserta didik dan pendidik dilakukan melalui hubungan horizontal. Hubungan ini menggambarkan corak terjalinnya komunikasi yang sejajar baik antara peserta didik maupun pendidik. Keempat, tekanan kegiatan pembelajaran adalah pada peranan peserta didik yang lebih aktif melakukan kegiatan pembelajaran bukan pada pendidik yang lebih mengutamakan kegiatan mengajar. Peranan pendidik ialah membantu peserta didik dalam melakukan kegiatan pembelajaran.
3. Tahapan Evaluasi Program Pembelajaran 
Partisipatif dalam tahap evaluasi pembelajaran amat penting evaluasi dilakukan untuk menghimpun, mengolah, dan menyajikan data atau informasi yang dapat digunakan sebagai masukan dalam pengambilan keputusan. Partisipatif dalam tahap evaluasi ini sangat bermanfaat bagi para peserta didik untuk mengetahui tentang sejauh mana yang telah dialami dan dicapai oleh mereka melalui kegiatan Pembelajaran Partisipatif.
Berdasarkan uraian di atas, pendidik melakukan kegiatan pada saat sebelum (tahap perencanaan), selama berlangsung (tahap pelaksanaan), dan setelah selesai kegiatan pembelajaran (tahap evaluasi program pembelajaran). Pertama, pada saat sebelum pembelajaran, pendidik perlu melakukan perencanaan yang meliputi kegiatan mempelajari peraturan, menyiapkan bahan dan strategi pembelajaran. Kedua, pada saat pelaksanaan pembelajaran, pendidik perlu memulai pembelajaran tepat waktu sesuai dengan jadwal pembelajaran, memeriksa kondisi bahan, membina keakraban melalui perkenalan antara pendidik dan peserta didik, menciptakan suasana belajar yang terbuka. Ketiga, selesai pembelajaran, pendidik perlu melaksanakan evaluasi proses dan hasil belajar, dan akhirnya menghimpun bahan belajar dan hasil penilaian yang berkaitan dengan pembelajaran yang telah dilakukan.
Tekanan dalam proses pembelajaran ini adalah peranan peserta didik yang lebih aktif melakukan kegiatan pembelajaran. Hal ini berarti peserta didik merupakan komponen pembelajaran yang harus bermuara pada peserta didik sedangkan guru hanya sebagai fasilitator.
Manfaat Metode Pembelajaran Partisipatif
Menurut Sudjana (2005:39), manfaat Pembelajaran Metode Partisipatif bagi peserta didik ada lima hal, yaitu:
  1. Kegiatan pembelajaran partisipatif dilakukan secara bersama oleh peserta didik dengan bimbingan pendidik dalam kelompok-kelompok belajar yang terorganisasi.
  2. Kegiatan Pembelajaran Partisipatif merupakan peningkatan proses pendidikan tradisional yang sering didominasi oleh guru menuju kegiatan interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan pendidik.
  3. Kegiatan Pembelajaran Partisipatif berorientasi pada tujuan belajar yang hasilnya diharapkan langsung dapat dimanfaatkan oleh peserta didik untuk meningkatkan sikap dan prilaku hidup bersama secara harmonis, serta untuk mengembangkan partisipatif peserta didik dalam kegiatan sosio dan pembangunan masyarakat.
  4. Kegiatan pembelajaran menitikberatkan pada penggunaan sumber-sumber yang tersedia dimasyarakat, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam, sehingga terwujud kegiatan belajar dengan kepekaan yang tinggi terhadap pemberdayaan dan pelestarian lingkungan.
  5. Kegiatan Pembelajaran Partisipatif lebih memperhatikan segi kemanusiaan peserta didik dengan menghargai potensi dan kemampuan yang ia miliki serta dengan menekankan upaya fasilitas oleh pendidik terhadap kegiatan peserta didik dalam memanfaatkan lingkungan potensi dan menampilkan kemampuan untuk melakukan kegiatan berfikir dan berbuat secara bersama dalam mencapai tujuan belajar yang mereka tetapkan.
Dirgantara Wicaksono
Pembelajaran PKN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar