Rabu, 24 Juni 2015

Pembelajaran Tuntas

Pembelajaran Tuntas


Pengertian Pembelajaran Tuntas

Pembelajaran tuntas adalah salah satu usaha dalam pendidikan yang bertujuan untuk memotivasi peserta didik mencapai penguasaan (mastery level) terhadap kompetensi tertentu. Dengan menempatkan pembelajaran tuntas (mastery learning) sebagai salah satu prinsip utama dalam mendukung pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi, berarti pembelajaran tuntas merupakan sesuatu yang harus dipahami dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh warga sekolah.
 
Pembelajaran tuntas adalah pola pembelajaran yang menggunakan prinsip ketuntasan secara individual. Dalam hal pemberian kebebasan belajar, serta untuk mengurangi kegagalan peserta didik dalam belajar.

Belajar tuntas berdasar pada beberapa premis, diantaranya:
1).Semua individu dapat belajar
2).Orang belajar dengan cara dan kecepatan yang berbeda
3).Dalam kondisi belajar yang memadai, dampak dari perbedaan individu hampir tidak ada
4).Kesalahan belajar yang tidak dikoreksi menjadi sumber utama kesulitan belajar.

Menurut Benyamin S. Bloom (Ramayulis,194:1990) ada beberapa langkah yang harus dilakukan dalam belajar tuntas yaitu:

Menentukan unit pelajaran (dipecah untuk setiap satu dua minggu).
Merumuskan tujuan pengajaran (secara khusus dan terukur).
Menentukan standar ketuntasan (patokan berupa persentase).
Menyusun dianostik test, test formatif sebagai dasar umpan balik.
Mempersiapkan seperangkan tugas untuk dipelajari.
Mempersiapkan seperangkat pengajaran korektif (bagi peserta didik yang lemah).
Pelaksanaan pengajaran biasa (group based instruction).
Evaluasi sumatif, (apabila selesai satu unit)
 
Dirgantara Wicaksono
Pembelajaran PKN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar