Menurut Sugiyanto (2008:35) “pembelajaran kooperatif
(cooperative learning) adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus
pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan
kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar”.
Menurut Wikipedia (2011) “pembelajaran kooperatif
atau cooperative learning merupakan istilah umum untuk sekumpulan
strategi pengajaran yang dirancang untuk mendidik kerja sama kelompok dan
interaksi antar siswa”.
Pembelajaran
kooperatif merupakan salah satu pembelajaran
efektif dengan cara membentuk kelompok-kelompok kecil untuk saling bekerja sama,
berinteraksi, dan bertukar pikiran dalam proses belajar. Dalam pembelajaran kooperatif,
belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum
menguasai bahan pelajaran.
Unsur-Unsur dan Karakteristik
Pembelajaran Kooperatif
Unsur-Unsur
Pembelajaran Kooperatif
-Saling
Ketergantungan Positif
Saling
ketergantungan positif menuntut adanya interaksi promotif yang memungkinkan
sesama siswa saling memberikan motivasi untuk meraih hasil belajar yang
optimal. Tiap siswa tergantung pada anggota
lainnya karena tiap siswa mendapat materi yang berbeda atau tugas yang berbeda,
oleh karena itu siswa satu dengan lainnya saling membutuhkan karena jika ada
siswa yang tidak dapat mengerjakan tugas tersebut maka tugas kelompoknya tidak
dapat diselesaikan
-Tanggung
Jawab Perseorangan
Pembelajaran kooperatif juga ditujukan untuk
mengetahui penguasaan siswa terhadap materi pelajaran secara individual. Hasil
penilaian individual tersebut selanjutnya disampaikan guru kepada kelompok agar
semua kelompok dapat mengetahui
siapa anggota kelompok yang memerlukan bantuan dan siapa anggota kelompok yang
dapat memberikan bantuan. Karena
tiap siswa mendapat tugas yang berbeda secara otomatis siswa tersebut harus
mempunyai tanggung jawab untuk mengerjakan tugas tersebut karena tugas setiap
anggota kelompok mempunyai tugas yang berbeda sesuai dengan kemampuannya
yang dimiliki setiap individu.
-Interaksi
Tatap Muka
Interaksi tatap
muka menuntut para siswa dalam kelompok dapat saling bertatap muka sehingga
mereka dapat melalukan dialog, tidak hanya dengan guru, tetapi juga dengan sesama
siswa. Interaksi semacam ini memungkinkan siswa dapat sa- ling
menjadi sumber belajar sehingga sumber belajar lebih bervariasi dan ini juga
akan lebih memudahkan siswa dalam belajar. Adanya
tatap muka, maka siswa yang kurang
memiliki
kemampuan harus dibantu oleh siswa yang lebih mampu me- ngerjakan tugas individu dalam kelompok
tersebut, agar tugas kelompoknya dapat terselesaikan.
-Komunikasi antar Anggota Kelompok
Dalam pembelajaran kooperatif
keterampilan sosial seperti tenggang rasa, sikap sopan terhadap teman,
mengkritik ide dan bukan mengkritik teman, berani mempertahan pikiran logis,
tidak mendominasi orang lain, mandiri dan berbagai sifat lain yang bermanfaat
dalam menjalin hubungan antar pribadi se- ngaja diajarkan dalam pembelajaran kooperatif
ini.
Unsur ini juga menghendaki agar para
siswa dibekali de- ngan
berbagai keterampilan berkomunikasi.Sebelum menugaskan siswa dalam kelompok,
guru perlu mengajarkan cara-cara berkomunikasi, karena tidak semua siswa
mempuanyai keahlian mendengarkan dan berbicara. Keberhasilan
suatu kelompok tergantung pada kesediaan para anggotanya untuk sa- ling mendengarkan dan kemampuan mereka
untuk mengutarakan pendapat mereka. Adakalanya siswa perlu diberitahu secara jelas mengenai cara menyanggah pendapat
orang lain tanpa harus menyinggung perasaan orang lain.
-Evaluasi Proses Kelompok
Pengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi
kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka
agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif. Waktu evaluasi ini
tidak perlu diadakan setiap kali ada kerja kelompok, tetapi bisa diadakan
selang beberapa waktu setelah beberapa pembelajar terlibat dalam kegiatan
pembelajaran cooperative learning.
-Karakteristik
Pembelajaran
Kooperatif
Dalam kelompoknya, siswa haruslah beranggapan bahwa mereka “sehidup sepenanggungan”
Siswa memiliki tanggung jawab terhadap siswa lainnya dalam kelompok, di samping
tanggung jawab terhadap diri mereka sendiri dalam mempelajari materi yang
dihadapi
Siswa haruslah berpandangan bahwa semua anggota di dalam kelompoknya
memiliki tujuan yang sama
Siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama
diantara anggota kelompoknya
Siswa akan diberikan evaluasi atau penghargaan yang akan
berpengaruh terhadap evaluasi seluruh anggota kelompok.
Siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar
bersama selama proses belajarnya.
Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi
yang ditangani di dalam kelompoknya.
Dirgantara Wicaksono
Pembelajaran PKN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar