PEMBELAJARAN TEMATIK
1. Pengertian
Pembelajaran Tematik
Ø Pembelajaran Tematik merupakan model pembelajaran
interdisipliner (terpadu*) yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga
dapat memberikan pengalaman bermakna kepada peserta didik.
Ø Pembelajaran tematik terpadu (PTP) atau integrated
thematic instruction (ITI) pertama kali dikembangkan pada awal tahun
1970-an
Ø PTP diyakini sebagai salah satu model pengajaran yang
efektif (highly effective teaching model),
Ø Mampu mewadahi dan menyentuh secara terpadu dimensi
emosi, fisik, dan akademik
*) pembelajaran
yang bersifat menyeluruh atau holistik. Pendekatan ini menempatkan siswa dalam
posisi sentral, siswa sebagai peserta didik yang aktif, terutama dalam
keterampilan berpikir.)
Pembelajaran
yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa kompetensi dasar dari berbagai
mata pelajaran sehingga dapat memberikan
pengalaman bermakna yang holistik kepada peserta didik.
Tema
berperan sebagai pemersatu
kegiatan pembelajaran yang memadukan beberapa mata pelajaran sekaligus dengan membuat/mengangkat sebuah tema yang
dapat mempersatukan kompetensi dasar dari
mata pelajaran: Matematika,
BI, PPKn,
IPA, IPS, Seni-Budaya dan Prakarya,
serta Penjasorkes
2. Latar
Belakang
Ø Tingkat
perkembangan peserta didik SD masih berada pada rentangan melihat
segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik);
Ø Pembelajaran
harus dapat membawa situasi dunia nyata masuk ke dalam kelas
Ø Perwujudan
dunia nyata dapat dilakukan dengan mengembangkan pembelajaran yang berbasis
tema-tema yang ada dalam kehidupan nyata
Ø Pembelajaran
harus mampu mengorganisir seluruh kegiatan peserta didik dalam kelas berkaitan
dan menyatu dalam gagasan utuh
Ø Pembelajaran Tematik akan membantu peserta didik melihat
hubungan antar mata pelajaran dan memberikan pengalaman belajar yang variatif;
Berdasar pada Ciri Belajar Peserta didik:
1. Konkret
Proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkrit , yakni
yang dapat dilihat, didengar, dibaui, diraba, dan diotak atik
2. Integratif
Anak memandang
sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan, mereka belum mampu
memilah-milah konsep dari berbagai disiplin ilmu
3. Hierarkis
Anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari
hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks
Landasan Pembelajaran
Tematik
Landasan Filosofis
Progresivisme
Proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreativitas,
pemberian sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah (natural), dan memperhatikan
pengalaman peserta didik
Konstruktivisme
Anak
mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan objek, fenomena,
pengalaman dan lingkungannya.
Humanisme
melihat peserta didik
dari segi keunikan/kekhasannya, potensi, dan motivasi yang dimilikinya
Landasan Psikologis
Psikologi perkembangan untuk menentukan tingkat keluasan
dan kedalamannya isi sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik
Psikologi belajar untuk menentukan bagaimana isi/materi
pembelajaran disampaikan kepada peserta
didik dan bagaimana pula peserta didik
harus mempelajarinya
Landasan Yuridis
UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
INPRES N0. 1 Tahun 2010 tentang Peningkatan Mutu
Pendidikan
Ciri
Pembelajaran Tematik
1. Berpusat
pada peserta didik
2. Memberikan
pengalaman langsung
3. Pemisahan
antarmata pelajaran tidak tampak
4. Menyajikan
konsep dari beberapa mata pelajaran dalam satu PBM
5. Bersifat
luwes
6. Hasil
pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik
Manfaat
Pembelajaran Tematik Terpadu
1) Dengan
menggabungkan beberapa kompetensi dasar dari berbagai mata pelajaran akan
terjadi penghematan, karena tumpang tindih komepetnsi dan materi dapat
dikurangi bahkan dihilangkan,
2) Peserta didik
mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab kompetensi dasar dan materi
pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat, bukan tujuan akhir.
3)
Pembelajaran menjadi utuh sehingga peserta
didik akan mendapat pengertian selama
proses dan materi yang tidak terpecah-pecah.
4) Dengan
adanya pemaduan antarmata pelajaran, penguasaan konsep akan semakin baik dan
meningkat.
5) Suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan.
6) Menggunakan kelompok kerjasama, kolaborasi, kelompok
belajar, dan strategi pemecahan konflik yang mendorong peserta didik untuk
memecahkan masalah
7) Mengoptimasi lingkungan belajar sebagai kunci kelas yang
ramah otak (brain-friendly classroom).
Implikasi
Bagi Guru
Guru harus
kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak, juga dalam
memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar
pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh
Implikasi bagi peserta didik
peserta didik
harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya
dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual, pasangan, kelompok kecil
ataupun klasikal
peserta didik
harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya
melakukan diskusi kelompok, mengadakan penelitian sederhana, dan pemecahan
masalah
Implikasi terhadap Sarana, Prasarana,
Sumber Belajar dan Media
Memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar
Memanfaatkan berbagai sumber belajar
Mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang
bervariasi
Menggunakan
buku siswa dan buku guru tematik memuat bahan ajar yang terintegrasi
Implikasi terhadap Pengaturan
Ruangan
Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang
dilaksanakan.
Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah
disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung
Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat
duduk di tikar/karpet
Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik
di dalam kelas maupun di luar kelas
Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil
karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar
Alat, sarana dan sumber
belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk
menggunakan dan menyimpannya kembali.
Dirgantara Wicaksono
Pendidikan Kewarganegaraan
Dirgantara Wicaksono
Pendidikan Kewarganegaraan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar