Rabu, 20 Mei 2015

Pembelajaran Tematik



PEMBELAJARAN TEMATIK

1.      Pengertian Pembelajaran Tematik

Ø  Pembelajaran Tematik merupakan model pembelajaran interdisipliner (terpadu*) yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada peserta didik.
Ø  Pembelajaran tematik terpadu (PTP) atau integrated thematic instruction (ITI) pertama kali dikembangkan pada awal tahun 1970-an
Ø  PTP diyakini sebagai salah satu model pengajaran yang efektif (highly effective teaching model),
Ø  Mampu mewadahi dan menyentuh secara terpadu dimensi emosi, fisik, dan akademik
   *) pembelajaran yang bersifat menyeluruh atau holistik. Pendekatan ini menempatkan siswa dalam posisi sentral, siswa sebagai peserta didik yang aktif, terutama dalam keterampilan berpikir.)
Pembelajaran yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa kompetensi dasar dari berbagai mata pelajaran sehingga dapat  memberikan pengalaman bermakna yang holistik kepada peserta didik.
Tema berperan sebagai pemersatu kegiatan pembelajaran yang memadukan beberapa mata pelajaran sekaligus dengan membuat/mengangkat sebuah tema yang dapat mempersatukan kompetensi dasar  dari mata pelajaran: Matematika, BI, PPKn, IPA, IPS,  Seni-Budaya  dan Prakarya,  serta Penjasorkes

2.      Latar Belakang
Ø  Tingkat perkembangan peserta  didik SD masih berada pada rentangan melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik);
Ø  Pembelajaran harus dapat membawa situasi dunia nyata masuk ke dalam kelas
Ø  Perwujudan dunia nyata dapat dilakukan dengan mengembangkan pembelajaran yang berbasis tema-tema yang ada dalam kehidupan nyata
Ø  Pembelajaran harus mampu mengorganisir seluruh kegiatan peserta didik dalam kelas berkaitan dan menyatu dalam gagasan utuh
Ø  Pembelajaran Tematik akan membantu peserta didik melihat hubungan antar mata pelajaran dan memberikan pengalaman belajar yang variatif; 
Berdasar pada Ciri Belajar Peserta didik:
1.      Konkret
  Proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkrit , yakni yang dapat dilihat, didengar, dibaui, diraba, dan diotak atik
2.      Integratif
  Anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan, mereka belum mampu memilah-milah konsep dari berbagai disiplin ilmu
3.      Hierarkis
  Anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks
Landasan Pembelajaran Tematik
Landasan Filosofis
  Progresivisme
Proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreativitas, pemberian sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah (natural), dan memperhatikan pengalaman peserta didik
  Konstruktivisme
Anak mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan objek, fenomena, pengalaman dan lingkungannya.
  Humanisme
melihat peserta didik dari segi keunikan/kekhasannya, potensi, dan motivasi yang dimilikinya
Landasan Psikologis
  Psikologi perkembangan untuk menentukan tingkat keluasan dan kedalamannya isi sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik
  Psikologi belajar untuk menentukan bagaimana isi/materi pembelajaran disampaikan kepada peserta didik dan bagaimana pula peserta didik harus mempelajarinya
Landasan Yuridis
  UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
  UU No. 20 Tahun 2003 tentang  Sistem Pendidikan Nasional
  INPRES N0. 1 Tahun 2010 tentang Peningkatan Mutu Pendidikan

Ciri Pembelajaran Tematik
1.      Berpusat pada peserta didik
2.      Memberikan pengalaman langsung
3.      Pemisahan antarmata pelajaran tidak tampak
4.      Menyajikan konsep dari beberapa mata pelajaran dalam satu PBM
5.      Bersifat luwes
6.      Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik
Manfaat Pembelajaran Tematik Terpadu
1) Dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dari berbagai mata pelajaran akan terjadi penghematan, karena tumpang tindih komepetnsi dan materi dapat dikurangi bahkan dihilangkan,
2) Peserta didik mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab kompetensi dasar dan materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat, bukan  tujuan akhir.
3) Pembelajaran menjadi utuh sehingga peserta didik akan mendapat pengertian selama proses dan materi yang tidak terpecah-pecah.
4) Dengan adanya pemaduan antarmata pelajaran,   penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat.
5) Suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan.
6)   Menggunakan kelompok kerjasama, kolaborasi, kelompok belajar, dan strategi pemecahan konflik yang mendorong peserta didik untuk memecahkan masalah
7)   Mengoptimasi lingkungan belajar sebagai kunci kelas yang ramah otak (brain-friendly classroom).

Implikasi Bagi Guru
Guru harus kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak, juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh
Implikasi bagi peserta didik
  peserta didik harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual, pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal
  peserta didik harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok, mengadakan penelitian sederhana, dan pemecahan masalah
Implikasi terhadap Sarana, Prasarana, Sumber Belajar dan Media
  Memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar 
  Memanfaatkan berbagai sumber belajar
  Mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi
  Menggunakan buku siswa dan buku guru tematik memuat bahan ajar yang terintegrasi   
Implikasi terhadap Pengaturan Ruangan
  Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan.
  Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung
  Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/karpet
  Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas
  Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar
  Alat, sarana dan sumber  belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali.


Dirgantara Wicaksono
Pendidikan Kewarganegaraan 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar